HABA ACEH TIMUR – Sebuah bencana melanda Aceh Timur. Curah hujan ekstrem pada Sabtu (22/11/2025) memicu banjir yang kini melumpuhkan aktivitas di tiga kecamatan dan membuat lebih dari 3.400 Kepala Keluarga (KK) terpaksa berhadapan dengan genangan air.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Minggu siang mencatat bahwa air telah merendam permukiman dengan ketinggian 10 hingga 40 cm. Debit air di beberapa titik, khususnya Kecamatan Nurussalam, dilaporkan terus meningkat, mengancam kondisi warga yang terdampak.
Titik Terparah di Madat
Kecamatan Madat menjadi episentrum bencana banjir. Sebanyak 25 gampong di Madat kini terisolasi oleh genangan, mulai dari Ulee Ateung, Blang Awe, hingga Matang Keupula Sa.
Tidak hanya rumah-rumah warga yang terendam, tetapi infrastruktur vital juga ikut lumpuh, termasuk masjid, meunasah, dan tiga bangunan sekolah di Gampong Lueng Sa, Madat.
Sementara itu, wilayah lain seperti kecamatan Simpang Ulim (termasuk Gampong Peulalu dan Pucok Alue Sa) dan Nurussalam (Gampong Keude Bagok Dua) juga merasakan dampak yang signifikan.
Meskipun kondisi darurat, jumlah warga yang memilih mengungsi masih sangat kecil, tercatat hanya enam KK di Kecamatan Simpang Ulim.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur kini sedang berkoordinasi intensif untuk menyiapkan langkah penanganan lanjutan dan menyalurkan bantuan kepada ribuan warga yang rumahnya masih terendam.


Komentar