HABA ACEH TIMUR | JAKARTA – Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) kini resmi berada di bawah kepemimpinan baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA menggantikan Nasri Djalal dalam prosesi yang berlangsung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan mampu mempercepat berbagai program strategis sektor migas di Aceh, termasuk legalisasi dan optimalisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat yang selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah.
Sebelum pelantikan kepala BPMA yang baru, Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), guna mempercepat implementasi pengelolaan sumur minyak rakyat sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Menurut Nizar, proses tersebut kini memasuki tahap penting setelah Kementerian ESDM menyetujui hasil inventarisasi sumur minyak masyarakat yang akan dilegalkan.
Hingga saat ini, sebanyak 1.490 sumur minyak masyarakat di Aceh telah memperoleh persetujuan dari Kementerian ESDM. Sementara itu, usulan legalisasi terhadap 607 sumur tambahan masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Ribuan sumur minyak tersebut berada di tiga daerah, yakni Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Dari ketiga wilayah itu, Aceh Timur dinilai memiliki kesiapan paling baik sehingga diproyeksikan menjadi daerah pertama yang akan didorong untuk meningkatkan aktivitas produksi pada tahun ini.
BPMA memperkirakan potensi produksi dari sumur minyak masyarakat di tiga kabupaten tersebut berada pada kisaran 1.000 hingga 1.500 barel minyak per hari (BOPD). Estimasi tersebut diperoleh berdasarkan data awal yang dihimpun BPMA dari masyarakat di wilayah penghasil minyak.
Seluruh hasil produksi nantinya direncanakan akan diserap oleh KKKS yang beroperasi di Aceh. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan kepastian tata kelola bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional, khususnya dari wilayah Aceh, sepanjang tahun 2026.
Nizar menambahkan, optimalisasi produksi dari sumur masyarakat menjadi salah satu strategi untuk mengejar target lifting minyak setelah sebelumnya aktivitas produksi sempat terganggu akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah pada awal tahun.
Dengan kepemimpinan baru di BPMA, pemerintah diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program pengembangan sektor minyak dan gas di Aceh sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di daerah penghasil migas.





Komentar